8 Desember 2011 - 20:30

Ayatullah Al Uzhma Shafi Ghulpagani mengecam aksi-aksi teror yang menelan banyak korban di Afghanistan, Pakistan dan Irak pada hari Asyura tahun ini.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Shafi Ghulpagani mengecam aksi-aksi teror yang menelan banyak korban di Afghanistan, Pakistan dan Irak pada hari Asyura tahun ini. Berikut pernyataan resmi ulama marja taklid tersebut yang beliau namakan "Suara Asyura".

Bismillahirrahmanirrahim

Suara yang telah menggema sejak 14 abad yang lalu, setiap tahun selalu berulang dan semakin keras adalah suara perlawanan terhadap kesyirikan, keserakahan, suara kehidupan, suara iman dan Islam, suara Al-Qur'an, suara penentangan terhadap kezaliman dan perlindungan terhadap orang-orang tertindas adalah suara teriakan Imam Husain as yang setiap tahunnya pada hari Asyura digemakan kembali oleh para pecintanya dan para pecinta kemanusiaan di seluruh dunia. Dan suara inilah yang menginspirasi gerakan-gerakan revolusi di dunia.

Suara kemanusiaan tersebutlah yang menghidupkan kemanusiaan dan tumbuhnya akhlak. Jika pada Asyura pasukan kekufuran dan kezaliman menutupi telinga dengan jari-jari mereka supaya tidak mendengar teriakan kemanusiaan imam Husain as, maka di zaman kita dan dimasa yang akan datang, suara tersebut akan terus bergema ke timur dan barat sampai terdengar di telinga-telinga setiap orang. Para pecinta al Husain akan terus menghidupkan tradisi Asyura. Mereka tidak akan melupakan perjuangan imam Husain as yang telah menjaga keutuhan syariat dan melawan kezaliman. Airmata jatuh tertumpah dan hati-hati terbakar mengenang kesyahidan beliau.

Suara Imam Husain as adalah suara hak. Suara kemenangan kebenaran atas kebatilan, suara anti penjajahan dan suara Al-Qur'an yang mulia. Apapun yang dilakukan para pelaku kezaliman, kaum salafi yang tersesat, orang-orang Wahabi yang bodoh dan musuh-musuh Ahlul Bait Nabi as meskipun mereka semakin dasyhat melakukan kezaliman dan menebar teror yang telah menyebabkan orang-orang yang tidak berdosa, kaum perempuan, dan anak-anak kecil harus kehilangan nyawa, mereka tidak akan mampu menghentikan dan mematikan suara kemanusian imam Husain as tersebut. Setiap tahun tradisi Asyura akan terus berjalan dan tidak akan berhenti sampai kebenaran dan keadilan serta tauhid Islam tegak di muka bumi ini. Semakin mereka menebar kekerasan, umat Syiah akan semakin tumbuh dan kuat. Mereka tidak akan pernah mampu menghalangi menangnya kebenaran.

Sangat disayangkan, pada hari Asyura di Afghanistan dan Irak, kelompok teroris tersebut telah melakukan perbuatan yang menyayat hati dan mempermalukan dunia Islam. Mereka telah melakukan pembunuhan massal kepada umat Syiah dan para pecinta Ahlul Bait as, mereka telah menodai wajah umat Islam dan mempertontonkannya ke dunia. Mereka kembali menghitamkan lembaran sejarah umat Islam dan menambah daftar kekejian mereka dengan membunuh lebih dari 50 orang yang tidak berdosa.

Kami bersama seluruh umat Syiah, Sunni dan kaum muslimin se dunia mengutuk keras terjadinya tragedi tersebut dan kepada saudara-saudara seagama di Afghanistan dan Irak khususnya kepada warga Syiah yang pemberani kami mendoakan agar tetap tegar dan tabah dalam menghadapi kejadian yang melawan kemanusiaan ini dan semoga tetap bersabar berada di jalan Islam dan Ahlul Bait as. Kami mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut. Yakinlah, seberapapun mereka melipatgandakan kekuatan, mereka tidak akan mampu memadamkan cahaya Allah swt. Umat Islam di Afghanistan, Pakistan dan Irak serta seluruh kaum muslimin di penjuru dunia akan terus berpegang teguh pada landasan agama dan dakwah Ahlul Bait as yang akan terus menerangi hati-hati manusia.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ»

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (Qs. At-Taubah: 32)

Shafi Ghulpagani

11 Muharram 1433 H